ARTIKEL IDUL FITRI 1434 H:Mengapa Banyak Orang Merantau Setelah Lebaran?
lebaran bukan hanya dinantikan mereka yang
ada di kota untuk kembali ke kampung halaman, merayakan lebaran bersama
keluarga cinta. Tapi bagi mereka yang sudah bosan hidup di kampung,
lebaran juga menjadi momen tersendiri sebagai sebuah harapan agar
selepas Lebaran bisa ikut berangkat ke kota.
Tak dipungkiri, di kampung lapangan pekerjaan memang cenderung lebih sulit. Apalagi jika tidak ada sawah, ladang, ataupun pekerjaan yang mampu menghidupi keluarga. Daripada menganggur di kampung, lebih baik bertaruh pergi ke kota bagi sebagian orang. Apalagi jika ada orang sekampung yang sudah sukses, dan membutuhkan karyawan. Biasanya akan mencari pemuda-pemuda sekampung yang belum bekerja.
Teman dan Keluarga
Jika ada teman atau keluarga yang sudah berada di kota terlebih dahulu, maka peluang pemuda-pemuda desa untuk pergi ke kota menjadi lebih besar. Meskipun banyak yang pergi ke kota tanpa tujuan yang jelas, yang penting sampai dulu. Masalah bertahan hidup urusan belakangan.
Gengsi
Tak sedikit pula orang-orang yang berangkat ke kota untuk mengangkat gengsi saat kembali ke kampung. Inilah yang sangat disayangkan, ketika momen mudik dijadikan sebagai ajang “show off” memamerkan apa yang sudah didapatkan di kota. Tentu saja tak semua, karena masih banyak orang yang pulang ke kampung dengan niat yang tulus (alhamdulillah).
Pengalaman
Meskipun terdengar agak “mainstream”, tapi kenyatannya banyak para lulusan sekolah yang menginginkan pengalaman bekerja di kota. “Sebelum berkeluarga, cari pengalaman sebanyak-banyaknya”. Mungkin itu pula yang menyebabkan sampai bertahun-tahun di kota, yang didapat juga hanyalah pengalaman. Ketika kembali ke kampung, dan menetap di kampung, orang tersebut hanya punya cerita bahwa pernah hidup di kota. Namun tidak bisa memanfaatkan pengalaman tersebut untuk mengubah nasib menjadi lebih baik.
Mengapa orang banyak merantau ke kota?
Lapangan PekerjaanTak dipungkiri, di kampung lapangan pekerjaan memang cenderung lebih sulit. Apalagi jika tidak ada sawah, ladang, ataupun pekerjaan yang mampu menghidupi keluarga. Daripada menganggur di kampung, lebih baik bertaruh pergi ke kota bagi sebagian orang. Apalagi jika ada orang sekampung yang sudah sukses, dan membutuhkan karyawan. Biasanya akan mencari pemuda-pemuda sekampung yang belum bekerja.
Teman dan Keluarga
Jika ada teman atau keluarga yang sudah berada di kota terlebih dahulu, maka peluang pemuda-pemuda desa untuk pergi ke kota menjadi lebih besar. Meskipun banyak yang pergi ke kota tanpa tujuan yang jelas, yang penting sampai dulu. Masalah bertahan hidup urusan belakangan.
Gengsi
Tak sedikit pula orang-orang yang berangkat ke kota untuk mengangkat gengsi saat kembali ke kampung. Inilah yang sangat disayangkan, ketika momen mudik dijadikan sebagai ajang “show off” memamerkan apa yang sudah didapatkan di kota. Tentu saja tak semua, karena masih banyak orang yang pulang ke kampung dengan niat yang tulus (alhamdulillah).
Pengalaman
Meskipun terdengar agak “mainstream”, tapi kenyatannya banyak para lulusan sekolah yang menginginkan pengalaman bekerja di kota. “Sebelum berkeluarga, cari pengalaman sebanyak-banyaknya”. Mungkin itu pula yang menyebabkan sampai bertahun-tahun di kota, yang didapat juga hanyalah pengalaman. Ketika kembali ke kampung, dan menetap di kampung, orang tersebut hanya punya cerita bahwa pernah hidup di kota. Namun tidak bisa memanfaatkan pengalaman tersebut untuk mengubah nasib menjadi lebih baik.
Komentar
Posting Komentar